Ada yang dapat kami bantu? :)

Kembali ke Beranda
Pascasarjana Institut Ahmad Dahlan Probolinggo Gelar Bedah Buku “Muhammadiyah dan Gerakan Berkemajuan” untuk Penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan

Pascasarjana Institut Ahmad Dahlan Probolinggo Gelar Bedah Buku “Muhammadiyah dan Gerakan Berkemajuan” untuk Penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan

24 October 2026 2 days ago

Pascasarjana Institut Ahmad Dahlan Probolinggo Gelar Bedah Buku “Muhammadiyah dan Gerakan Berkemajuan” untuk Penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan

Probolinggo, 24 Oktober 2026 – Pascasarjana Institut Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo menyelenggarakan kegiatan bedah buku Muhammadiyah dan Gerakan Berkemajuan karya Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si., pada Sabtu, 24 Oktober 2026, bertempat di Auditorium Institut Ahmad Dahlan Probolinggo. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Pascasarjana dan mahasiswa program sarjana (S1) IAD sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman tentang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).

Kegiatan bedah buku ini menghadirkan Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. selaku penulis buku dan Dr. Moh. Nur Hasan, S.H., M.H. sebagai pembedah buku. Jalannya diskusi dipandu oleh Dr. M. Jadid Khadavi, M.Si. selaku moderator.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh saudara Mujaffahmi, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Sang Surya. Acara berikutnya diisi dengan sambutan oleh Dr. Muhammad Alfi Syahrin, S.Pd., M.H., selaku Wakil Rektor II Institut Ahmad Dahlan Probolinggo.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor II menekankan pentingnya kegiatan akademik yang dapat memperluas wawasan, membangun tradisi literasi, serta memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai keislaman dan Kemuhammadiyahan. Kegiatan bedah buku menjadi salah satu sarana untuk menghubungkan pemikiran akademik dengan penguatan ideologi dan identitas gerakan Muhammadiyah di kalangan mahasiswa.

Memasuki acara inti, moderator Dr. M. Jadid Khadavi, M.Si. memandu sesi pemaparan buku oleh Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. Dalam pemaparannya, penulis menjelaskan gagasan-gagasan yang tertuang dalam buku Muhammadiyah dan Gerakan Berkemajuan, yang mengulas pemikiran dan dinamika gerakan Muhammadiyah dalam mendorong kemajuan kehidupan umat dan masyarakat.

Selanjutnya, Dr. Moh. Nur Hasan, S.H., M.H. membedah isi buku dengan memberikan ulasan dan perspektif kritis terhadap gagasan yang disampaikan penulis. Sesi ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami isi buku secara lebih mendalam, sekaligus merefleksikan relevansi pemikiran Muhammadiyah dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan kontemporer.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab yang melibatkan mahasiswa Pascasarjana dan mahasiswa S1 IAD. Para peserta berkesempatan mengajukan pertanyaan serta berdiskusi langsung dengan penulis dan pembedah buku. Diskusi berlangsung sebagai ruang pertukaran gagasan yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, memperluas wawasan, dan memahami Muhammadiyah tidak hanya sebagai organisasi, tetapi juga sebagai gerakan dakwah dan pembaruan yang berorientasi pada kemajuan.

Penyelenggaraan kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di lingkungan Institut Ahmad Dahlan Probolinggo. Melalui pemahaman terhadap pemikiran dan gerakan Muhammadiyah, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan wawasan keislaman yang komprehensif serta menginternalisasi nilai-nilai Kemuhammadiyahan dalam kehidupan akademik maupun sosial.

Melalui kegiatan bedah buku ini, Pascasarjana Institut Ahmad Dahlan Probolinggo terus mendorong tumbuhnya budaya literasi, tradisi intelektual, dan dialog akademik di kalangan mahasiswa. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkaya pengetahuan peserta, tetapi juga memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan serta semangat berkemajuan dalam kehidupan bermasyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup setelah sesi diskusi dan tanya jawab selesai. Bedah buku Muhammadiyah dan Gerakan Berkemajuan diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam membangun lingkungan kampus yang religius, intelektual, dan berkemajuan, sejalan dengan semangat pendidikan tinggi Muhammadiyah. (Khoiriyah/Huda)

 


Bagikan artikel ini: